Minggu, 13 Maret 2016

The Death of Heart (Kematian Hati)


Tanda kematian hati adalah sering meninggalkan sholat fardhu, sering bergunjing, sering berbuat maksiat banyak ketawa, banyak tidur, banyak makan, banyak berbual kosong dan sering menghina org2 yg soleh ... bacalah Al Fatihah utk hati yg sedang kosong.
#kematianhati #kematian #hati #katabijak #nasehat #selfreminder #renungan #instaquote #instagram #sunnah #ittiba #muslim #muslimah #amalan #dunia #akherat


Jumat, 11 Maret 2016

Akhlak Rasulullah


#Mari_Kita_Renungkan !!!
Sudahkah kita mencontoh akhlaq Rasulullah ?


Rabu, 09 Maret 2016

Shalat Gerhana

TATA CARA SHALAT GERHANA
Ust. Fachrudin Nu'man Lc.

Bismillaah....

Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua raka’at dan ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun, para ulama berselisih mengenai tata caranya.

Ada yang mengatakan bahwa shalat gerhana dilakukan sebagaimana shalat sunnah biasa, dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada sekali ruku’, dua kali sujud.

Ada juga yang berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada dua kali ruku’, dua kali sujud.

Pendapat yang terakhir inilah yang lebih kuat sebagaimana yang dipilih oleh mayoritas ulama. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1: 435-437)

Hal ini berdasarkan hadits-hadits tegas diantaranya :

“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at." (HR. Muslim no. 901)

“Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemudian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.” (HR. Bukhari, no. 1044)

Ringkasnya,tata cara shalat gerhana sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama, urutannya sebagai berikut.

[1] Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.

[2] Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

[3] Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijahrkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:

جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ

"Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

[4] Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

[5] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

[6] Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

[7] Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.

[8] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).

[9] Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

[10] Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

[11] Tasyahud.

[12] Salam.

[13] Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. (Lihat Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1: 438)

👍 Semoga bermanfaat.

Senin, 07 Maret 2016

Akhir Zaman

Kita hidup di akhir zaman...

dimana nilai-nilai syariat islam sudah mulai terabaikan...

dimana muda mudi lebih mengutamakan perkembangan zaman...

mengikuti zaman yang serba canggih dan berkecukupan...
namun melupakan Dzat yang telah menciptakan...

kita hidup di akhir zaman...
dimana muda mudi selalu mengingat hari lahir...
tetapi justru tak pernah tersentuh akan perihal hari akhir...

dimana muda mudi lebih senang menjadi budak dunia...
lebih bangga menjadi pujian manusia dibandingkan dengan Sang Pencipta...

kita hidup di akhir zaman...
dimana berpakaian tak mengenal aturan...
membuka aurat menjadi hal yang tak dipermasalahkan...

bahkan... terkadang ada yang membanggakan...
padahal, Allah Ta'ala telah memerintahkan untuk menutup aurat sesuai dengan tuntunan...

kita hidup di akhir zaman...
dimana sholat diabaikan...
al-qur'an dijadikan pajangan...
kajian & sunnah-sunnah ditinggalkan...

astaghfirullah...
duhai saudaraku...

mari memperbaiki diri...
mengingat hari akhir...
mengingat mati
mengingat segala sesuatu yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat...

duhai saudaraku...
mari saling mengingatkan menuju kebaikan...

Allahul musta'an.

Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat.....


Kamis, 03 Maret 2016

Minum Air Es setelah Makan, Berbahaya Untuk Kesehatan !


:: Jangan Minum Es Setelah Makan! ::

Minum air dingin setelah makan memang sangat menyegarkan. Tapi, ternyata  minum es atau air dingin setelah makan malah dapat memperburuk kesehatan Anda.

Menurut ilmu kedokteran, minum air dingin setelah makan akan membekukan makanan berminyak yang baru dikonsumsi. Kebiasaan minum air dingin setelah makan akan mempersempit saluran usus. Membekunya makanan berminyak yang baru dimakan akan memperlambat proses pencernaan.

Lemak-lemak yang terbentuk dalam usus akan mempersempit saluran pencernaan dan lama kelamaan akan menyebabkan lemak berkumpul. Hal ini dapat menyebabkan Anda semakin gemuk sehingga tubuh mudah terserang bibit penyakit.

Untuk mencegah terjadinya hal buruk pada Anda sebaiknya ganti kebiasaan minum es setelah makan dengan minum air hangat. Selain menyegarkan, minum air hangat dapat membantu penyerapan sari-sari makanan lebih baik.

Kurangi kebiasaan meminum-minuman dingin baik yang telah didinginkan di kulkas atau dicampur es. Minuman yang dingin bisa mengakibatkan mengkerutnya saluran-saluran darah dari yang besar hingga sekecil diameter rambut kita.

 Konsumsi Air Hangat Dapat Mengurangi Munculnya Serangan Jantung

Bagi penderita jantung koroner berapapun persentase penyumbatannya, akan memudahkan terjadinya serangan jantung apabila terbiasa minum air dingin. Hal demikian karena saluran koronernya bisa mengeras dan atau mengkerut sehingga lubang salurannya bisa mengecil yang pada gilirannya dapat menghambat laju dari ke jantung. Oleh karena itu, untuk menghambat proses mengkerut dan mengerasnya saluran koroner, biasakanlah meminum air hangat.

Bagi mereka yang mendapat serangan jantung koroner, ada baiknya minum air panas yang layak diminum untuk mengembangkan saluran koronernya, memperlancar laju darah, sebelum diambil tindakan medis selanjutnya.

Setiap orang harus mengenali tanda-tanda serangan jantung terutama jantung koroner. Apabila tangan sebelah kiri merasakan sering pegel-pegel mulai dari jari tangan hingga bahu dan kemudian diikuti seringnya kesemutan. Kemudian, rasa sakit di dada sebelah kiri hingga tembus ke punggung. Selanjutnya diikuti rasa pusing, sesak nafas dan berkeringat dingin. Maka gejala-gejala demikian adalah awal atau permulaan serangan jantung. Apabila kita mengenali gejala tersebut, maka segeralah melakukan tindakan yang diantaranya minum air panas, sebelum meminum obat-obat untuk mengencerkan darah.

Terapi saluran koroner dengan air panas yang diminum itu, tentu saja hanya sebagai mencegah berlanjutnya serangan jantung. Jalan  terbaik untuk mencegah munculnya serangan jantung koroner itu adalah pola hidup sehat.

(Sumber: beritaunik net)


Selasa, 01 Maret 2016

JANGAN PERNAH MELUPAKAN KEMATIAN, KARENA KEMATIAN TIDAK PERNAH MELUPAKAN ANDA


Sebagian orang meyakini bahwa liburan adalah waktu untuk bermain dan bersenda gurau. Jika waktu tersebut diprogram dan dimanfaatkan untuk menggali ilmu, maka hal itu menurutnya bertentangan dengan tujuan diadakannya liburan.

Saudaraku…

Bukankah kita telah melihat bahwa mereka menganggap waktu (yang dijalaninya itu) adalah sebagai beban dan siksaan? Mereka tidak menghargai waktu, bahkan mereka telah menghancurkan sesuatu yang paling berharga dari apa yang mereka miliki yaitu waktu.

Sudaraku…

Jika umur Anda dalam hidup ini dihitung dengan detik dan nafas, maka maknanya adalah bahwa setiap detik yang telah berlalu telah menjauhkan Anda dari dunia dan mendekatkan Anda dengan akhirat.

Hal itu berarti bahwa setiap detik dan waktu Anda yang berlalu tanpa membawa manfaat, maka ia dianggap sebagai suatu kerugian dan bencana bagi Anda.

Mungkin Anda pernah kehilangan harta (karena rugi dalam perdagangan), namun Anda dapat mengembalikannya. Anda pernah kehilangan sesuatu dan Anda dapat temukan lagi. Akan tetapi bisakah Anda mengembalikan waktu Anda yang telah berlalu?

Seorang penyair mengatakan,

Jika suatu hari telah berlalu,

sedangkan aku tidak berbuat sesuatu,

dan tidak pula mendapatkan ilmu,

maka ia bukanlah umurku.

Dan yang lain mengatakan,

Sungguh kami bergembira dengan hari-hari kami yang bisa kami manfaatkan,

dan setiap hari yang berlalu adalah bagian dari umur (kami).


Silahkan KLIK & SHARE jika dirasa bermanfaat.....


#LoveIslam

Senin, 29 Februari 2016

Untukmu Ikhwan

UNTUKMU IKHWAN

Ikhwan.. Oh Ikhwan…

Bismillah….. Parasmu sungguh rupawan
Sikapmu begitu sopan.
Bikin ukhti pada nggak bisa jaga pandangan.
Tiba-tiba kau bilang cinta padanya wan.
Kau bilang ingin ta’arufan.

Tapi kenapa kau tak bisa menjaga izzah wan.?
Ta’aruf kok sering sms dan telphonan?
Bukan nanyain hal yang darurat malah becanda gak karuan.
Malah bilang sayang sampe mesra kaya udah halal aja Wan.

Ikhwan oh Ikhwan..
Di ingatkan malah mengeluarkan jurus seribu alasan.
Katanya cuma lewat telphone gak nyampe sentuhan.
Obrolannya pun yang sopan-sopan.
Dalam Islam pun tak ada dalil yang menyatakan secara
langsung haramnya pacaran.
“Dan Janganlah kamu mendekati Zina”
itu gak cukup ya Wan.? Ikhwan Oh Ikhwan…
Bahasa Arabmu pinter ciri anak pesantrenan.
Ilmu mu tak sedkit ya Wan.?
Tapi nafsu kau perturutkan,
ilmu jadi terlupakan.

Ikhwan oh Ikhwan…
Ingatlah Wan..
Wanita adalah fitnah terbesar untukmu.

Ukhti oh ukhti…
Jilbabnya indah bak bidadari.
Senyumnya manis menawan hati.
Bikin ikhwan gak bisa nahan diri.
Buat ngungkapin “ana uhibbuki ya ukhti..” Tapi kenapa malumu tak bisa kau pertahankan ukhti.?
Ikhwan baru kenal langsung kau ladeni.
Terjerat rayuan ikhwan yang ngajak Ta’arufan.
Di mintai nomor telphone langsung kau berikan.
Di sms senengnya bukan kepalang.
Di telphone malah keenakan.

Ukhti.. oh Ukhti…
Sadarkah.? Dia belum menjadi kekasih halalmu.
Keberadaanya belum mendapat ridha dari Rabb-Mu.
Dia rajin menelponmu.
Apakah kau tak malu.?
Bukan padaku, tapi Pada Allah yang Maha Melihat.

Ukhti Oh Ukhti…
Pandai-pandailah menjaga izzah.
Hati ini adalah milik Allah.
Dan menjaga hati ini adalah amanah.

Duhai Ikhwan sejati..
Jika kau mencintaiku,
tak perlu mendekatiku,
tak perlu merayuku,
tak perlu mengucapkan kata-kata mesramu.
Simpan saja semua itu untuk
kekasih halalmu nanti.
Cukuplah kau mencintai-Nya
dengan sepenuh hati.
Karena dengan cinta-Nya pula aku akan mencintaimu karena-Nya.

Duhai akhwat sejati..
Tak usah terbuai dengan rasa cinta.
Tak perlu tergoda bila ada yang mendekat.
Tak perlu terlena dengan rayuannya.
Tak perlu terhanyut oleh kata-kata mesranya.

Silahkan KLIK & SHARE jika dirasa bermanfaat.....

#LoveIslam


Sabtu, 27 Februari 2016

TIDAK JADI MENCURI, MALAH DAPAT ISTRI


Tak Jadi Mencuri Terong, Allah Malah Menganugerahkannya Istri.

Di Damaskus, ada sebuah mesjid besar, namanya mesjid Jami’ At-Taubah. Dia adalah sebuah masjid yang penuh keberkahan. Di dalamnya ada ketenangan dan keindahan. Sejak tujuh puluh tahun, di masjid itu ada seorang syeh pendidik yang alim dan mengamalkan ilmunya. 

Dia sangat fakir sehingga menjadi contoh dalam kefakirannya, dalam menahan diri dari meminta, dalam kemuliaan jiwanya dan dalam berkhidmat untuk kepentingan orang lain.

Saat itu ada pemuda yang bertempat di sebuah kamar dalam masjid. Sudah dua hari berlalu tanpa ada makanan yang dapat dimakannya. Dia tidak mempunyai makanan ataupun uang untuk membeli makanan. Saat datang hari ketiga dia merasa bahwa dia akan mati, lalu dia berfikir tentang apa yang akan dilakukan. Menurutnya, saat ini dia telah sampai pada kondisi terpaksa yang membolehkannya memakan bangkai atau mencuri sekadar untuk bisa menegakkan tulang punggungnya.

Itulah pendapatnya pada kondisi semacam ini.

Masjid tempat dia tinggal itu, atapnya bersambung dengan atap beberapa rumah yang ada disampingnya. Hal ini memungkinkan sesorang pindah dari rumah pertama sampai terakhir dengan berjalan diatas atap rumah-rumah tersebut. Maka, dia pun naik ke atas atap masjid dan dari situ dia pindah kerumah sebelah. Di situ dia melihat orang-orang wanita, maka dia memalingkan pandangannya dan menjauh dari rumah itu. Lalu dia lihat rumah yang di sebelahnya lagi.

Keadaannya sedang sepi dan dia mencium ada bau masakan berasal dari rumah itu. Rasa laparnya bangkit, seolah-olah bau masakan tersebut magnet yang menariknya.

Rumah-rumah dimasa itu banyak dibangun dengan satu lantai, maka dia melompat dari atap ke dalam serambi. Dalam sekejap dia sudah berada di dalam rumah dan dengan cepat dia masuk ke dapur lalu mengangkat tutup panci yang ada disitu. Dilihatnya sebuah terong besar dan sudah dimasak. Lalu dia ambil satu, karena rasa laparnya dia tidak lagi merasakan panasnya, digigitlah terong yang ada ditangannya dan saat itu dia mengunyah dan hendak menelannya, dia ingat dan timbul lagi kesadaran beragamanya. Langsung dia berkata, ‘A’udzu billah! Aku adalah penuntut ilmu dan tinggal di mesjid , pantaskah aku masuk kerumah orang dan mencuri barang yang ada di dalamnya?’

Dia merasa bahwa ini adalah kesalahan besar, lalu dia menyesal dan beristigfar kepada Allah,

kemudian mengembalikan lagi terong yang ada ditangannya. Akhirnya dia pulang kembali ketempat semula. Lalu ia masuk kedalam masjid dan mendengarkan syeh yang saat itu sedang mengajar. Karena terlalu lapar dia tidak dapat memahami apa yang dia dengar.

Ketika majlis itu selesai dan orang-orang sudah pulang, datanglah seorang perempuan yang menutup tubuhnya dengan hijab -saat itu memang tidak ada perempuan kecuali dia memakai hijab-, kemudian perempuan itu berbicara dengan syeh. Sang pemuda tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakannya. Akan tetapi, secara tiba-tiba syeh itu melihat ke sekelilingnya. Tak tampak olehnya kecuali pemuda itu, dipanggillah ia dan syeh itu bertanya, 

‘Apakah kamu sudah menikah?’, dijawab, ‘Belum,’. Syeh itu bertanya lagi, ‘Apakah kau ingin menikah?’. Pemuda itu diam. Syeh mengulangi lagi pertanyaannya. Akhirnya pemuda itu angkat bicara, ‘Ya Syeh, demi Allah! Aku tidak punya uang untuk membeli roti, bagaimana aku akan menikah?’. Syeh itu menjawab, ‘Wanita ini datang membawa khabar, bahwa suaminya telah meninggal dan dia adalah orang asing di kota ini. Di sini bahkan di dunia ini dia tidak mempunyai siapa-siapa kecuali seorang paman yang sudah tua dan miskin’, kata syeh itu sambil menunjuk seorang laki-laki yang duduk di pojokan.

Syeh itu melanjutkan pembicaraannya, ‘Dan wanita ini telah mewarisi rumah suaminya dan hasil penghidupannya. Sekarang, dia ingin seorang laki-laki yang mau menikahinya, agar dia tidak sendirian dan mungkin diganggu orang. Maukah kau menikah dengannya? Pemuda itu menjawab ‘Ya’.

Kemudian Syeh bertanya kepada wanita itu, ‘Apakah engkau mau menerimanya sebagai suamimu?’, ia menjawab ‘Ya’. Maka Syeh itu mendatangkan pamannya dan dua orang saksi kemudian melangsungkan akad nikah dan membayarkan mahar untuk muridnya itu. Kemudian syeh itu berkata, ‘peganglah tangan isterimu!’ Dipeganglah tangan isterinya dan sang isteri membawanya kerumahnya. Setelah keduanya masuk kedalam rumah, sang isteri membuka kain yang menutupi wajahnya. Tampaklah oleh pemuda itu, bahwa dia adalah seorang wanita yang masih muda dan cantik. Rupanya pemuda itu sadar bahwa rumah itu adalah rumah yang tadi telah ia masuki.

Sang isteri bertanya, ‘Kau ingin makan?’ ‘Ya’ jawabnya. Lalu dia membuka tutup panci didapurnya.

Saat melihat buah terong didalamnya dia berkata: ‘heran siapa yang masuk kerumah dan menggigit terong ini?!’. Maka pemuda itu menangis dan menceritakan kisahnya. Isterinya berkomentar, ‘Ini adalah buah dari sifat amanah, kau jaga kehormatanmu dan kau tinggalkan terong yang haram itu, lalu Allah berikan rumah ini semuanya berikut pemiliknya dalam keadaan halal. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu ikhlas karena Allah, maka akan Allah ganti dengan yang lebih baik dari itu.

Wallahu a’lam

Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat.....


Kamis, 25 Februari 2016

SUNNAH NABI ITU MEMANG SUPER

Maut mengintai MERINDING!!! SUNNAH NABI ITU EMANG SUPER
1. B.A.B duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien. BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal. Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna. Dibanding dengan besi, kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
4. Makan dan minum berdiri dpt mengganggu perncernaan. Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan. Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam. Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu tidurnya syetan. Tidur menghadap kanan lebih menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
8. Banyak Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan. Benarlah yg dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.
9. Seorang dokter Eropa berkata: jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien.. mashaa Allah.... Cintailah sunnah Nabi, tidak hanya adab2 sehari tapi seluruh apa yang telah Rasullah tetapkan dalam Islam .. "Mau yg disukai atau tidak". Bagikan artikel ini agar terbaca dan bermanfaat bagi saudara, teman dan keluargamu.
Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat.....

Minggu, 21 Februari 2016

Hari gini jomblo, Apa kata dunia


Orang Pacaran : Hari gini jomblo, Apa kata dunia?

Jomblo Istiqomah : Hari gini pacaran, Apa kata akhirat?

#StopPacaran #Hijrah #IslamNoPacaran #islamkitaindah #cintaislam #jomblomulia #jomblosampaihalal #jombloberkah


Jumat, 19 Februari 2016

3 X 7 = 27 ?


Suatu hari, 2 murid menghdp GURU. Mereka bertengkar hebat & nyaris beradu fisik.
Ke dua nya berdebat ttg hitungan 3x7.
Murid pandai mengatakan 21,
Murid bodoh bersikukuh mengatakan 27.
Murid bodoh menantang murid pandai utk meminta GURU sbg Jurinya utk mengetahui siapa yg benar diantara mereka , sambil si bodoh mengatakan : "Jika sy yg benar 3 x 7 = 27 maka engkau hrs mau di cambuk 10 kali oleh GURU, tapi jika kamu yg benar ( 3x7=21 ) maka sy bersedia utk memenggal kepala sy sendiri ha ha ha ....." demikian si bodoh menantang dgn sangat yakin dgn pendapatnya
"Katakan GURU, mana yg benar ?"
tanya murid bodoh
Ternyata GURU memvonis cambuk 10x bagi murid yg pandai (orang yg menjwb 21).
Si murid pandai protes keras!!
GURU menjwb:
"Hukuman ini bkn utk hasil hitunganmu,tp utk KETIDAK ARIFANmu yg mau2nya berdebat dgn org bodoh yg tdk tau kalo 3x7 adalah 21"
Guru melanjutkan : "Lebih baik melihatmu dicambuk & menjadi ARIF drpd GURU hrs melihat 1 nyawa terbuang sia2!"
Pesan Moral,
Jika kita sibuk mmperdebatkan sesuatu yg tak berguna
berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lbh salah drpd org yg memulai perdebatan,
sebab dgn sadar kita membuang waktu & energi utk hal yg tdk perlu.
Bukankah kita sering mengalaminya?
Bisa terjadi dgn pasangan hidup, rekan kerja, tetangga/kolega, bahkan anggota Dewan..hehe
Berdebat atau bertengkar utk hal yg tdk ada gunanya,hanya
akan menguras energi percuma.
Ada saatnya kita diam utk menghindari perdebatan atau pertengkaran yg sia2.
Diam bkn berarti kalah, bukan?
Memang tdk mudah,
tapl janganlah sekali2 berdebat dgn org bodoh yg tidak menguasai permasalahan.
"MERUPAKAN SUATU KEARIFAN BAGI ORG YG BISA KONTROL DIRI & HINDARI KEMARAHAN ATAS SUATU KEBODOHAN !!


Rabu, 17 Februari 2016

Seperti Anak Panah

Seperti Anak Panah,

Dimundurkan Untuk Melesat Ke Depan

Pernahkah kamu mengalami suatu keadaan yang membuat hidupmu seperti ditarik mundur, jauh dari harapan?

Pernahkah kamu melihat orang-orang yang dulunya berapi-api tiba-tiba seperti kehilangan semangat bahkan lenyap dari peredaran?

Pernahkan kamu melihat atau bahkan merasakan bahwa orang-orang yang pernah kau lihat (atau bahkan dirimu sendiri) mengalami kemunduran itu, lalu tiba-tiba melesat cepat ke depan dan meraih banyak hasil?

Kita seperti anak panah di tangan Allah..! Ada masa-masa anak panah itu melesat cepat terlepas dari busurnya menuju sasaran yang dimaksudkan

Ada masanya anak-anak panah itu harus istirahat dalam kantong-Nya. Namun di saat yang diperlukan, anak panah itu akan dipasang dalam busur-Nya ditarik kebelakang.. Sejauh mungkin untuk mencapai suatu sasaran

Semakin jauh tarikannya, semakin jauh pula jarak yang akan ditempuh. Semakin panjang rentang busur menarik ancang-ancang, makin cepat pula anak panah itu melesat

Jadi

Jika kau seperti dalam keadaan yang mundur, bersabarlah : Mungkin Allah tengah meletakkanmu di busur-Nya. Menarikmu jauh-jauh ke belakang, agar di saat kau dilepaskan, kau memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai sasaran. Dan jika kau melihat seorang teman seperti tengah mengalami kemunduran, jangan buru-buru menghakimi dengan mengatakan “Apinya telah padam” atau.. “Jangan-jangan dia ada dosa..”

Jadilah teman yang baik, yang mendampingi di saat temanmu sedang “dimundurkan” karena dengan demikian kau ikut menjaganya agar tidak sampai putus asa dan terkulai

Kamu, aku, dia, mereka, kita… adalah anak-anak panah ditangan Allah..! Hidup untuk mencapai suatu sasaran yang sudah ditetapkan

Tetaplah semangat, tetaplah bersabar, tetaplah tekun dalam kebenaran, dan senantiasa ISTIQOMAH dan tetaplah berdoa memohon kepada Allah, niscaya Allah akan memberi lebih dari yg kita mohon


Selasa, 16 Februari 2016

Di atas Langit Masih ada Langit

"Ingat ! Diatas Langit Masih Ada Langit "
BESI itu kuat , API mampu
Meleburkannya .
API itu kuat , AIR mampu
Memadamkannya .
AIR itu kuat , AWAN mampu
Menyerapnya .
AWAN itu kuat , tapi ANGIN
Mampu menolaknya .
ANGIN itu kuat , tapi BUKIT
Mampu menghalangi'nya
BUKIT itu kuat , tapi MANUSIA
Mampu menghancurkan'nya
MANUSIA itu kuat , tapi NAFSU
Mampu menundukkan'nya
NAFSU itu kuat , tapi IMAN
Mampu mengalahkan'nya
Tapi bila IMAN KUAT tiada apa
Yang mampu mengalahkannya
Ya ALLAH .. Kuatkan IMAN kami di
Mana saja kami berada . Aamiin :)

Minggu, 14 Februari 2016

Yang Mau Tau Sejarah VALENTINE DAY Silahkan Buka LINK nya

#cute #moslem #kids #novalentineday
ANAK KECIL AJA TAU KALO VALENTINE ITU HARAM....!!!!!!!!!!!!!!!
Kasih Sayang kami rayakan setiap hari, bukannya di hari Vaklentin gini. Gak musim pacaran kasih coklat! Kalo beneran sayang langsung akad! Ini bukan tradisi orang indonesia, bukan juga budaya orang timur. Ini budaya anak alay yang ikut kebarat-baratan.
#Saysnotovalentinedays #NoValentine #saysnotovalentine #WeareIndonesian #Kamitakalay #Kamiorangtimur #valentines #Novalentines #Valentisnothing #NoValentineday.
Yang Mau Tau Sejarah VALENTINE DAY Silahkan Buka LINK nya...BIAR GA DIBODOHIN SAMA ORANG2 KAFIR......
MANFAATIN GADGETnya UNTUK MENAMBAH ILMU PENGETAHUAN..YANG PUNYA BANYAK KUOTA JANGAN PELIT YAAH....HEHE
KLIK DISINI VALENTINE DAY https://www.youtube.com/watch?v=duycAXmcmhg

Rabu, 27 Januari 2016

MENGAPA KITA SERING "CAPEK" DI DUNIA INI?

MENGAPA KITA SERING "CAPEK" DI DUNIA INI?

Beginilah al-Qur’an bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap muslim, bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya......

(1). URUSAN Berdzikir (Sholat), perintahnya adalah “Berlarilah!”

“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jum’ah : 9)

(2). URUSAN Melakukan Kebaikan, perintahnya adalah “Berlombalah!”

“Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN.” (QS. Al-Baqarah : 148)

(3). URUSAN Meraih Ampunan, perintahnya adalah “Bersegeralah!”

“Dan BERSEGERALAH kamu menuju AMPUNAN dari Tuhanmu dan menuju SURGA…” (QS. Ali Imron : 133)

(4). URUSAN Menuju Allah, perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!”

“Maka BERLARILAH kembali ta’at kepada ALLAH.” (QS. Adz-Dzaariyat : 50)

(5). TAPI... URUSAN Menjemput Rizki (Duniawi), perintahnya HANYALAH “Berjalanlah!”

“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari RIZKI-Nya.” (QS. Al-Mulk : 15)

Semestinya kita memahami, kapan kita perlu BERLARI, atau menambah kecepatan lari kita, atau bahkan CUKUP BERJALAN saja.

Jangan-jangan, selama ini kita merasa lelah, karena MALAH berlari mengejar dunia yang seharusnya CUKUP DENGAN BERJALAN..




Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat.....

#LoveIslam

Sabtu, 23 Januari 2016

Ukhty...Mau sampe kapan nunggu akhi yg sempurna ?

Ukhty...
Mau sampe kapan nunggu akhi yg sempurna ?
"Engga sempurna juga sih... aku mah cuma nunggu yg biasa aja, ga neko2"
"Punya mobil biasa, jabatan biasa aja minimal dokter, lulusan minimal setara S1 di kampus yg biasa aja minimal UI, gaji biasa aja minimal 10juta perbulan lah, tampang biasa aja 11 12 sama Fedi Nuril lah ya, udah punya rumah sendiri yg biasa aja, agamanya kudu luar biasa rajin shalat jamaah ke masjid, ikut kajian rutin. Udah gitu aja"
Whaaaat ??? Biasa aja ???
Emang sih standard setiap orang beda2.
Tapi paling engga bisa bedain dong kenapa sampe sekarang masih belom dapet jodohnya juga ???
Bisa jadi... karna terlalu banyak menuntut akan kriteria calon suami tanpa memperhatikan kepantasan diri sendiri.
Setiap orang berhak punya kriteria dalam memilih pasangan.
Tapi kalo udah ada yg mau ngelamar ditolak terus karna perkara dunianya yg serba pas pasan.
Yaaaa jelas salah.
Coba renungkan lagi. Nikah itu tujuannya mau kemana ?
Kalo cuma cari yg destinasinya dunia aja mah banyaaak. Gampang dapetinnya.
Tapi sayangnya kita hidup di dunia cuma sementara aja ukh.
Destinasi kita kampung akhirat.
Jadi... kalo ada ikhwan yg melamar tapi dunianya serba pas pasan. Jangan langsung ditolak dulu.
Siapa tau dia punya bekal ke kampung akhirat yg lebih menjanjikan 
Pantaskan diri sebelum memilih :)
Silahkan KLIK & SHARE jika dirasa bermanfaat.....
#LoveIslam

Jumat, 22 Januari 2016

KITA BUKAN SIAPA-SIAPA

KITA BUKAN SIAPA-SIAPA

Bismillaah....

"Berapa banyak orang yang kusut dan berdebu, memakai pakaian yang lusuh yang tidak mengundang perhatian, namun sekiranya dia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya" (HR. Tirmidzi)

Sahabat…
Tak dipungkiri bahwa seiring dengan berjalannya waktu, paradigma manusia tentang nilai-nilai kehidupanpun juga terus berubah.

Hari ini… Orang baik selalu diidentikkan dengan derma yang dilakukan dengan terang-terangan.

Kesuksesan selalu diukur dengan popularitas.
Kata sukses seolah hanya pantas disematkan pada mereka berulang-ulang kali muncul di tv karena telah melakukan ini dan itu.

Kemasyhuran itupun lantas melahirkan sifat angkuh, bangga diri, merasa bahwa diri telah berbuat banyak dan lebih dari orang lain.

Padahal...siapapun kita, sejujurnya kita bukan siapa-siapa. Apalagi bila kita melihat kenyataan hidup yang ada. Dimana ada berjuta-juta orang baik yang sebelumnya tidak kita kenal, atau mungkin tidak akan pernah kita kenal selamanya telah pergi membawa beragam amal sholeh tanpa seorangpun yang mengenal mereka. Karena memang mereka memilih untuk tidak dikenal.

Di antara mereka ada yang jauh lebih baik dari kita, lebih terhormat, lebih banyak kebajikannnya, lebih luas ilmunya dan juga lebih khusyuk penghambaan serta pengharapannya kepada Allah azza wa jalla.

Mereka selalu dipojokkan penduduk bumi, namun mereka mulia disisi penduduk langit. Meraka mencintai pilihan hidup itu. Sebuah pilihan hidup yang juga dicintai Allah dan rasul-Nya. Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda:

”Sesungguhnya Allah menyukai orang yang sembunyi-sembunyi, miskin, bertaqwa lagi suka berbuat kebajikan"

Begitulah...
Jika mereka tidak ada, mereka tidak dicari orang. Dan apabila mereka ada mereka tidak dikenali orang. Sebuah pilihan hidup yang sulit ditengah ramainya manusia yang mengejar ke aku annya dengan beragam cara”.

Makna hidup yang mulia ini juga pernah di ajarkan oleh Imam As-Syafi’i rahimahullah dalam ucapannya yang masyhur,

”Aku ingin sekali manusia mengetahui ilmu ini, dan tidak menisbahkannya kepadaku untuk selama-lamanya. Agar aku diberi pahala karenanya dan mereka tidak memujiku”.

Kita perlu memahami dan memaknai lebih dalam tentang arti pentingnya prinsip hidup diatas, agar kita selalu bersungguh-sungguh dalam menata diri dan meningkatkan kebajikan.
Tidak merasa cukup, merasa lebih baik dari orang lain.
Dan agar kita berhenti untuk mengukur kebaikan dengan kacamata diri sendiri"
Sebab esok di pengadilan Allah barulah kita akan tahu, apakah kita benar-benar baik atau tidak.

Semoga bermanfaat...

Kamis, 21 Januari 2016

Menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran kita

Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarokatuhu..

Alkisah...
Sepasang suami istri yang masih muda menempati rumah di sebuah komplek perumahan.
Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca. Ia melihat tetangganya sedang menjemur kain.

"Cuciannya kelihatan kurang bersih ya", kata sang istri.
"Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar, Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus."
Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.
Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:
"Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira-kira yang sudah mengajarinya? "

Sang suami berkata, "Ma, papa bangun lebih pagi hari ini dan membersihkan jendela kaca kita."
Dan begitulah kehidupan.
Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya..

Jika HATI kita bersih, maka bersih pula PIKIRAN kita.
Jika PIKIRAN kita bersih, maka bersih pula PERKATAAN kita.
Jika PERKATAAN kita bersih (baik), maka bersih (baik) pula PERBUATAN kita.

Hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita mencerminkan hidup kita.
Maka dari itu, jaga hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita.
صباحكم سعيد وجمعة مباركة إن شاء الله

InsyaAllah Bermanfaat, Aamiin ya Rabbal'alamiin...

Selasa, 19 Januari 2016

Bila Shalat Terasa Berat

BILA SHALAT TERASA BERAT…
.
“Bila shalat terasa berat bagimu, maka ketahuilah bahwa di dalam hatimu ada kemunafikan. Karena

merasa malas untuk menunaikan sholat merupakan sikap orang-orang munafik yang Allah kabarkan

dalam firman-Nya:
.
وإذا قاموا إلى الصلاة قاموا كسالى
.
“…Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas… “ (QS. An Nisa ‘: 142)
.
Namun bila engkau merasa bahwa sholat begitu ringan, hatimupun gembira karenanya maka itu

merupakan tanda bahwa imanmu kokoh”
(Ibnu Utsaimin dalam syarah Shohih Muslim)
.
Catatan:
Sejenak mari kita bertanya pada diri masing-masing, bagaimanakah kedudukan sholat di hati kita..?
.
Apakah kita termasuk orang yang semangat dalam melaksanakan sholat ataukah sebaliknya.? .
Jawaban terhadap dua pertanyaan diatas akan menjadi penentu apakah kita termasuk orang yang

beriman ataukah orang yang munafik.?
.
Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita memberi perhatian yang lebih terhadap sholat, yang

merupakan tiang agama dan sekaligus sebagai penentu baik buruknya amalan kita. Menjaga sholat

berarti menjaga agama.
.
Dalam risalah Ta’dzim As-Shalah (hal:6) Prof. Dr. Abdurrazzak bin Abdul Muhsin Al-Abbad

mengatakan:
“Agama seorang muslim tidak akan kokoh, amalannya tidak akan baik dan seluruh urusannya baik

dunia maupun akhirat akan berantakan sampai ia menegakkan sholat sebagaimana yang diperintahkan.

Yaitu dengan keimanan yang kokoh, penghambaan yang tulus serta mengikuti petunjuk nabi

shallallahu alaihi wa sallam”
.
Wallahu a’lam ...
.
Silahkan di " LIKE & SHARE " Jika dirasa bermanfaat...

Minggu, 17 Januari 2016

Kota Palu

Gambaran Umum Kota Palu, Sulawesi Tengah
Kota Palu merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, berada pada kawasan dataran Lembah Palu dan Teluk Palu yang secara astronomis terletak antara 0,360LS – 0,560LS dan 119,450BT – 121,010BT. Batas-batas administrasi Kota Palu adalah sebagai berikut :

–       Utara     :    Kabupaten Donggala;

–       Selatan   :    Kabupaten Sigi;

–       Barat      :    Kabupaten Donggala;

–       Timur     :    Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong.

Secara administratif, Kota Palu dibagi dalam 4 (empat) kecamatan dan 43 kelurahan. Kota Palu dengan wilayah seluas 395,06 kilometer persegi. Lebih jelasnya mengenai luas wilayah masing-masing kecamatan di Kota Palu dapat dilihat pada Tabel di bawah.

Luas wilayah Kecamatan-Kecamatan di Kota Palu

No Kecamatan Luas Kecamatan
(km2) Prosentase
1 Palu Barat 57,47 14,55
2 Palu Selatan 61,35 15,53
3 Palu Timur 186,55 47,22
4 Palu Utara 89,69 22,70
Jumlah 395,06 100,00
Sumber: BPS Kota Palu, 2010

Letak Kota Palu berbentuk memanjang dari timur ke barat terdiri dari dataran rendah, dataran bergelombang dan dataran tinggi. Berdasarkan topografinya, wilayah Kota Palu dapat dibagi menjadi 3 zona ketinggian yaitu:

Sebagian kawasan bagian barat sisi timur memanjang dari arah utara ke selatan, bagian timur ke arah utara dan bagian utara sisi barat memanjang dari utara ke selatan merupakan dataran rendah/pantai dengan ketinggian antara    0 – 100 m di atas permukaan laut.
Kawasan bagian barat sisi barat dan selatan, kawasan bagian timur ke arah selatan dan bagian utara ke arah timur dengan ketinggian antara 100 – 500 m di atas permukaan laut.
Kawasan pegunungan dengan ketinggian lebih dari 500 m di atas permukaan laut.
Jumlah dan Kepadatan Penduduk

Hasil Proyeksi SUPAS tahun 2009 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Palu mencapai 313.179 jiwa.

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka tingkat kepadatan penduduk juga mengalami peningkatan. Kepadatan penduduk Kota Palu keadaan akhir tahun 2009 tercatat 793 jiwa/km2, dengan luas wilayah Kota Palu 395,06 km2.

Bila dilihat penyebaran penduduk pada tingkat kecamatan, Kecamatan Palu Selatan merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi yaitu 1.7972 jiwa/km, sedangkan Kecamatan Palu Timur merupakan wilayah yang terjarang penduduknya yaitu sebanyak 392 jiwa/km2.

Komposisi Umur Penduduk

Komposisi atau struktur umur penduduk Kota Palu selama tahun 2009 hampir 66,30 persen berada pada kelompok umur 0-34 tahun, hal ini menunjukan bahwa penduduk kota palu berada pada kelompok penduduk usia muda.

Dengan melihat perbandingan jumlah penduduk yang berusia non produktif dengan penduduk usia produktif dapat diketahui besarnya angka ketergantungan pada tahun 2009 yaitu sebesar 0,49, artinya bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif (15-64 tahun) menanggung sebanyak kurang lebih 49 orang penduduk usia tidak produktif (0-14) tahun dan 65 tahun ke atas.

Tenaga Kerja

Sebagai konsekuensi dari pertambahan jumlah penduduk adalah bertambahnya jumlah penduduk yang masuk ke dalam angkatan kerja. Pertambahan penduduk yang tidak seimbang dengan pertambahan penyediaan lapangan kerja berakibat pada timbulnya pengangguran.

Pencari kerja yang terdaftar tahun 2009 sebanyak 5.942 orang, sementara itu lowongan/kesempatan kerja hanya membutuhkan 3.492 orang. Berdasarkan tingkat pendidikan, pencari kerja terbanyak adalah mereka yang berpendidikan SMU/SMK, diikuti yang berpendidikan sarjana dan pasca sarjana.

Pada tahun 2009 jumlah lowongan yang terdaftar menurut sekor ekonomi yang terbesar yaitu pada sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan sebesar 1.925 orang, diikuti sektor keuangan dan asuransi, usaha persewaan bangunan dan jasa perusahaan sebesar 809 orang, sector angkutan, pergudangan dan komunikasi 299 orang.

Pendapatan Regional

Keadaan perekonomian Kota Palu dalam kurun waktu empat tahun terakhir (periode 2006 – 2009), menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan ditandai dengan tingginya angka pertumbuhan ekonomi yaitu 7,59 persen dengan total PDRB atas dasar harga berlaku saat ini sebesar 5.332.677 juta rupiah. Indikator ini memperlihatkan bahwa serangkaian kebijakan mendasar yang telah digariskan oleh pemerintah untuk meningkatkan kinerja sektor-sektor ekonomi telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam pembangunan di Kota Palu.

Pertumbuhan ekonomi terus mengalami peningkatan hingga mencapai 7,23 persen pada tahun 2008 dan tercatat sebesar 7,59 persen pada tahun 2009. Berdasarkan distribusi PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2009 menunjukkan terdapat 3 (tiga) sektor ekonomi yang mempunyai peran terbesar dalam pembentukan PDRB Kota Palu yaitu sektor jasa dengan kontribusi sebesar 28,87 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran  sebesar 13,85 persen, dan sektor industri pengolahan sebesar 12,61 persen.

Perkembangan PDRB perkapita atas dasar harga berlaku tahun 2009 mencapai Rp. 17.027.570 sedangkan berdasarkan harga konstan 2000 mencapai Rp. 8.130.505.