Jumat, 09 Januari 2015

MASALAH & SOLUSI

MASALAH DAN SOLUSI

1. Sering Sakit = Silahkan Puasa
2. Wajah Gelap = Qiyamul Lail (Tahajud)
3. Hati Sempit = Tartil Qur'an
4. Susah Bahagia = Shalat Tepat Waktu
5. Emosi Melulu = Wudhu dan Istighfar
6. Gelisah = Banyak Doa dan Olah Raga
7. Tertekan = Baca "Lahaulla walaquwata illah Billah"
8. Kurang Berkah Rezekinya = Lirik yg Halal aja
9. Miskin Melulu = Bersedekah
10. Bingung Cara Berbuat Baik = Share/Bagikan Status Sederhana Ini.


Sumber : Berita Islami Masa Kini

Jumat, 02 Januari 2015

" Kasian Mereka Contoh dari Anak-anak Salah Didikan "

Kasian Mereka Contoh dari Anak-anak Salah Didikan




Anak-anak zaman sekarang kebanyakan sudah dewasa sebelum waktunya. Kalau zaman dulu mana ada anak sekolah yang pakai baju ketat dan rok pendek. Zaman dulu juga nggak ada tuh boyband anak-anak yang nyanyi lagu cinta-cintaan, paling adanya Trio Kwek-kwek yang anggotanya 2 cewek dan 1 cowok kecewek-cewekan.

Akibat perkembangan zaman, sekarang banyak ditemui anak-anak yang salah didikan, misalnya aja kayak gini.


Via Kaskus

Selain salah didikan, acara di TV juuga berpengaruh banget sama kelakuan anak-anak zaman sekarang. Zaman dulu mah nonton Tralala-Trilili aja udah seneng banget, sekarang anak kecil bakal ngambek  kalau nggak nonton GGS. *miris*


Untuk mengkritik acara-acara yang nggak mendidik itu, ada video anak-anak SD yang menyindir acara-acara TV Nasional lewat lagu. Kalau kamu nggak percaya, nonton dulu videonya. Seru abis liriik lagunya.




                            LIRIK :
Kita jadi bisa pacaran dan ciuman karena siapa?
Kita jadi tahu masalah artis cerai karena siapa?
Kita pintar dandan dibimbing TV
Kita jadi Lebay dididik TV
TV bak pelita, pembuat gelap gulita
Jasamu tida . . .

Mudah-mudahan setelah melihat video ini, pemilik TV swasta dan Pemerintah bisa terketuk hatinya dan sadar betapah pentingnya kualitas dari acara-acara TV dan bukan cuma mementingkan rating semata.

Kalu menurut kamu apa lagi yang bikin anak-anak jadi salah didikan? Silahkan share, dan kita bikin anak-anak Indonesia kembali bersikap sebagaimana layaknya anak-anak.


Descended from : http://www.nyunyu.com/

Sabtu, 22 November 2014

MELUKIS KEHIDUPAN

Menapaki jalan hidup kadang seperti menggoreskan koas pada sebuah bahan lukisan. Mulus tidaknya goresan sangat bergantung pada jiwa sang pelukis. Jangan biarkan jiwa kering dan gersang. Karena lukisan hanya akan berbentuk benang kusut.
Bayangkan saat diri tertimpa musibah. Ada reaksi yang bergulir dalam tubuh. Tiba-tiba, batin diselimuti khawatir akibat rasa takut, tidak aman, cemas dan ledakan perasaan yang berlebihan. Tubuh menjadi tidak seimbang. Muncullah berbagai reaksi biokimia tubuh: kadar adrenalin dalam darah meningkat, penggunaan energi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol, dan asam-asam lemak ikut tersalur dalam aliran darah. Tekanan darah pun meningkat. Denyutnya mengalami percepatan. Saat glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik. Setelah itu, otak pun meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Dan, kekebalan tubuh pun melemah.



Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama memunculkan gangguan-gangguan tubuh. Ada diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada dinding saluran pencernaan, gangguan pernafasan, dan terbunuhnya sel-sel otak.

Nalar pun menjadi tidak sehat. Tidak heran jika orang bisa melakukan sesuatu yang tidak wajar. Di antaranya, bunuh diri, marah yang tak terkendali, tertawa dan menangis yang berlebihan, serta berbagai pelarian lain: penggunaan narkoba dan frustasi yang berlarut-larut.

Kenapa hal tak enak itu bisa mulus bergulir pada diri manusia. Mungkin itu bisa dibilang normal, sebagai respon spontan dari kecenderungan kuat ingin merasakan hidup tanpa gangguan. Tanpa halangan. Tak boleh ada angin yang bertiup kencang. Tak boleh ada duri yang menusuk tubuh. Bahkan kalau bisa, tak boleh ada sakit dan kematian buat selamanya.

Ada beberapa hal kenapa kecenderungan itu mengungkung manusia. Pertama, salah paham soal makna hidup. Kalau hati tak lagi mampu melihat secara jernih arti hidup, orang akan punya penafsiran sendiri. Misalnya, hidup adalah upaya mencapai kepuasan. Lahir dan batin. Padahal kepuasan tidak akan cocok dengan ketidaknyamanan, gangguan, dan kesulitan.

Hal itulah yang bisa menghalangi seorang mukmin untuk berjihad. Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: ‘Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah,’ kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (At-Taubah: 38)

Kedua, kurang paham kalau keimanan selalu disegarkan dengan cobaan. Inilah yang sulit terpahami. Secara teori mungkin orang akan tahu dan mungkin hafal. Tapi ketika cobaan sebagai sebuah kenyataan, reaksi akan lain. Iman menjadi cuma sekadar tempelan.

Firman Allah swt., “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui  orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 2-3)

     Saad bin Abi Waqqash pernah bertanya pada Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, siapa yang paling berat ujian dan cobaannya?” Beliau saw. menjawab, “Para nabi kemudian yang menyerupai mereka dan yang menyerupai mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya lemah dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa.” (Al-Bukhari)

    Kalau ada anggapan, dengan keimanan hidup bisa mulus tanpa mengalami kesusahan dan bencana. Itu salah besar. Justru, semakin tinggi nilai keimanan seseorang, akan semakin berat cobaan yang Allah berikan. Persis seperti emas yang diolah pengrajin hiasan. Kian tinggi nilai hiasan, kian keras emas dibakar, ditempa, dan dibentuk.

     Memang, hakikat hidup jauh dari yang diinginkan umumnya manusia. Hidup adalah sisi lain dari sebuah pendakian gunung yang tinggi, terjal, dan dikelilingi jurang. Selalu saja, hidup akan menawarkan pilihan-pilihan sulit. Di depan mata ada hujan dan badai, sementara di belakang terhampar jurang yang dalam.

     Maha Benar Allah dalam firman-Nya. “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?” (Al-Balad: 10-11)

    Kesiapan diri tentang jalan hidup yang tak mulus itu mesti ada. Harus terus segar dalam jiwa seorang hamba Allah. Perhatikanlah senyum-senyum para generasi terbaik yang pernah dilukis umat ini. Di antara mereka ada Bilal bin Rabah. Ada Amar bin Yasir.

    Masih banyak mereka yang terus tersenyum dalam menapaki pilihan hidup yang teramat sulit. Tanpa sedikit pun ada cemas, gelisah, dan penyesalan. Mereka telah melukis hiasan termahal dalam hidup dengan tinta darah dan air mata.

Kenapa Sih Harus Pacaran ?

pacaran:
kenapa sih harus pacaran?
-ada yang bilang, punya pacar perlu biar ada yang merhatiin.. 
itu ortu selama ini ngurusin dianggap apa ya
-ada juga yang bilang, # pacaran biar ada yang anterin ke sana kemari..
hihihi ini pacar apa tukang ojek
-buat yang alasan # pacaran biar semangat belajar..
menurut saya ini nggak adil banget untuk ortu kalian. kenapa?
berapa lama sih kenal pacar? apa yang aja yang sudah diberikan dia? bandingkan dengan kebersamaan dan apa yang sudah diberikan ortumu.
kebersamaan dengan ortu dan begitu banyak yang sudah mereka berikan. kenapa ortu nggak cukup menjadi motivasi belajar?
-atau pacaran perlu biar nggak seperti beli kucing dalam karung. kenyataannya, lama # pacaran nggak menjamin langgeng pernikahan.
-ada remaja yang jawab pas ditanya kenapa # pacaran.
mumpung ada yang mau, Mbak
-atau # pacaran karena gengsi. yang lain sudah punya pacar kok saya belum.
kesannya nggak laku
-satu hal, kualitas dirimu tidak ditentukan oleh apakah kamu punya pacar atau tidak.
-punya pacar itu ada resikonya... mood naik turun. kalau pacar nggak perhatian, nggak cantumin status relationship di FB or twitter
-resiko lain dari # pacaran siap-siap patah hati...
serius!
-jadi jangan # pacaran kalau nggak mau sakit hati, buang-buang waktu, air mata dan energi.
-# pacaran nggak mendekatkan ke pintu surga
-manfaatkan usia muda bukan untuk # pacaran dan galau . tapi gali potensi untuk berprestasi dan mewujudkan mimpi diri dan orang tua.
-terbukti: pada akhirnya cinta kasih ortu dan keluarga yang paling tulus. kenapa harus mencari yang belum tentu murni?
-buat dirimu berharga, jadi muslim dan muslimah yang multi fungsi, berdaya bagi keluarga, bangsa dan umat. waktu nggak terbuang untuk # pacaran.
-gunakan masa sebelum nikah untuk memperbaiki kualitas diri di hadapan-Nya. ingat, laki-laki baik untuk perempuan yang baik. bisa tanpa # pacaran.
-lalu benarkah # pacaran nggak ada positifnya sama sekali? well, layakkah menempuh hal yang dilarang-Nya dengan alasan apapun?

*dikutip dari Buku Twitografi Asma Nadia. semoga bermanfaat

Jumat, 02 Mei 2014

Think before you judge someone or something.

Apa salah satu hal yang mungkin kita tahu tidak baik untuk dilakukan tapi tetap saja dilakukan karena rasa penasaran yang tinggi? Membicarakan hal yang tidak ada sangkutannya dengan diri kita sama sekali. Hal tersebut adalah hal yang bisa dikatakan sangat susah untuk dihindari karena kita selalu kepo. Dan ketika kita sudah mengetahui semuanya, kita langsung men-judge sesuatu. Padahal itu adalah bukan hal yang baik.
Lalu apa yang kita rasakan setelah men-judge orang? Senangkah? Biasa sajakah? Atau mungkin merasa kita perlu "habisi" orang itu dengan segala suatu yang ada di pikiran kita mengenai orang tersebut?
Sok alim? Tidak. Sok merasa benar? Tidak juga. Lalu kenapa saya menulis hal-hal seperti diatas? Saya menulis seperti ini karena saya juga menjadi salah satu bagian dari orang-orang tersebut. Sangat mudah untuk kita semua men-judge sesuatu berdasarkan penglihatan kita tanpa mengetahui ini itunya terlebih dahulu. Tapi dengan kita men-judge orang seperti itu, apakah diri kita sudah yang paling benar?
Asumsi yang kita punya terhadap orang lain bukan berarti yang paling benar. Bagaimana kalau ternyata asumsi kita salah? Bagaimana kalau ternyata semuanya jauh berbeda dari apa yang kita pikir tadinya seperti itu? Bagaimana kalau kita merasakan apa yang dirasakan oleh orang tersebut? Apakah baru akan meminta maaf ketika semua asumsi itu terpatahkan? Bukankah alangkah lebih baik jika kita melakukan sebaliknya? Dalam arti kata, berpikir lagi sebelum mengeluarkan asumsi kita seenaknya. Susah memang, saya juga sangat memahami itu. Tapi tidak ada salahnya mencoba.
Banyak sekali perkataan dan juga perbuatan saya yang mungkin menyakiti hati orang lain dan itu termasuk pula ketika saya men-judge orang dengan seenaknya saja. Meminta maaf memang mudah, tapi bagaimana dengan rasa bersalah? Masa iya kita mau terus menerus terlambat menyadari dan menyesalinya? Karena, pasti ada titik dimana kita tidak akan peduli dengan segala perkataan dan juga tulisan yang terkesan klise, namun, akan ada saatnya pula dimana kita menyadari bahwa semua yang terkesan klise itulah justru yang seharusnya ditanamkan sejak awal.
Saya menulis seperti ini, karena saya tidak ingin kita semua terlambat menyadari. Memang tidak ada kata terlambat karena semua membutuhkan proses. Tetapi dalam proses itu, dibutuhkannya kesadaran terlebih dahulu. Kalau kita merasa sudah sadar, kita tidak akan mengulangi yang jelek-jelek tentunya. Ini semua tidak hanya berlaku didalam perkataan dan perbuatan, tetapi juga dengan segala sesuatu yang bersangkutan dengan kehidupan kita seperti Internet (Social Media), lingkungan sekolah, kerja, keluarga, dan masih banyak lagi. Kita sibuk membuka membuka kejelekan dan membicarakan orang lain, tetapi kita juga lupa dengan kejelekan diri kita sendiri..
Tulisan ini bukanlah untuk mengatakan bahwa saya paling benar karena memang tidak, tetapi itulah yang saya rasakan dan pikirkan. Ketika saya sudah menyadarinya, kenapa saya tidak coba berbagi dengan yang lain? Think before you judge someone or something. Itu kalimat yang mungkin sangat mewakili semua yang saya tulis ini. Anda pasti sudah mendengarnya ribuan kali, tapi berapa kali anda pernah melakukan hal tersebut? Benarkan diri anda terlebih dahulu, barulah kita bisa membenarkan hidup orang lain.
Saya tidak sempurna, dan tidak akan pernah sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Tetapi yang perlu dilakukan oleh kita semua adalah belajar. Belajar untuk menjadi lebih baik, dan salah satunya adalah merubah hal-hal kecil (yang mungkin untuk sebagian orang tidak penting) menjadi lebih baik. Seperti contoh, tidak mengurusi hal yang tidak ada urusannya dengan dirinya. Insya Allah kita bisa menjadi orang tersebut..
Kata-kata diatas mungkin bisa dipikirkan lebih jauh dan menjadi pilar dalam menyusun kata-kata, pikiran, dan perbuatan. Berusahalah untuk menjadi contoh untuk orang-orang. Jangan hiraukan ketika mereka tetap melakukan hal yang tidak baik, karena kalau kita berniat untuk berubah, tidak perlu menunggu teman. Ubahlah semuanya sendiri, dengan tujuan dan keyakinan bahwa itu semua menuju yang lebih baik.. Jangan mengira bahwa hal-hal kecil tidak ada pengaruhnya untuk kehidupan... :)

Love, Lhy_Bob

Recreated AS.

Rabu, 08 Januari 2014

BUKU

Kata-kata hanyalah api yang dilukiskan, yang terlihat justru api itu sendiri. (Mark Twain, "A Connecticut Yankee in King Arthur's Court")

Kabar buruk pagi ini: kebakaran di Gedung C FISIP UI juga memusnahkan sekitar 3 ribu koleksi buku.

Benarlah apa yang dikatakan oleh Arie Susilo, Dekan FISIP Universitas Indonesia: "Bagi kami dari kalangan akademisi, yang paling kami sayangkan adalah koleksi 3000 buku yang merupakan koleksi dari Iwan Gardono Sujatmiko (Sosiolog UI). Harganya tak ternilai."

Ini kabar buruk kedua bagi para pecinta buku. Pada 5 Januari, sebuah perpustakaan di Beirut (Lebanon) yang penuh dengan buku-buku bersejarah dibakar sampai musnah. 78 ribu buku dibikin musnah menjadi abu oleh para pemarah yang terbakar emosinya karena mendengar kabar ada sebuah pamflet yang menghina Nabi Muhammad terselip di salah satu buku koleksi perpustakaan.

Tapi apa boleh bikin? Siapa yang bisa melawan api jika sudah mengamuk? Api memang musuh abadi buku. Bersama rayap dan kutu, api sudah terbukti menjadi pemusnah buku yang paling efektif dalam sejarah peradaban manusia.

Api yang dinyalakan para biblioklas sudah menghancurkan jutaan buku dengan berbagai bentuknya. Dalam istilahnya Fernando Beaz, kaum biblioklas sebenarnya adalah orang-orang yang cerdas, berbudaya dan berpendidikan. Hanya saja selain berpendidikan, tulis Baez dalm buku "Penghancuran Buku dari Masa ke Masa", mereka juga orang yang "cenderung depresif, tidak mampu menolerir kritik, egois, mitomania, dan cenderung dalam lembaga yang mewakili kekuatan yang berkuasa dengan fanatisme berlebihan pada agama atau paham tertentu".

Air memang bisa menghentikan api. Tapi air adalah musuh buku lainnya lagi. Jika buku-buku sudah bersentuhan dengan air, kehancurannya hanya tinggal menunggu waktu.

Dan air memang pernah menjadi mesin penghancur buku yang mengerikan. Saat pasukan Mongol merebut Baghdad, mereka tak hanya menghancurkan kota, tapi juga memusnahkan perpustakaan agung Bait al Hikmah (Rumah Kebijaksanaan). Buku-buku bukan hanya dibakar, tapi juga dibuang ke Sungai Tigris. Saking banyaknya buku yang dibuang, kabarnya air Sungai Tigris pun berubah hitam oleh tinta.

Jadi dalam hal buku, air bukanlah musuh api. Dalam sejarah peradaban manusia, api dan buku sama-sama pernah tercatat dan dicatat sebagai mesin penghancur buku.

Fernando Baez menyebut secara khusus peranan api sebagai musuh abadi buku ini. Dia melacak tradisi-tradisi panjang dari berbagai agama yang menempatkan api sebagai salah satu medium penyucian dari kekotoran jiwa.

Shinta harus melewati unggunan api untuk membuktikan kesetiaan dan kesuciaannya pada Rama setelah diculik oleh Rahwana. Dalam Islam, neraka adalah tempat penyucian yang membakar jiwa-jiwa penuh dosa. Ada yang selamanya akan terpanggang di neraka, tapi ada yang akhirnya akan masuk surga tetapi harus melewati fase penyucian dosa lebih dulu di neraka.

Tapi air juga demikian, bukan? Tak terhitung ritus-ritus yang menggunakan medium air sebagai bagian penting upacara-upacara penyucian jiwa. Sangat biasa kita lihat orang yang kesurupan diciprati air-air yang sudah di-doa-i lebih dulu.

Saya teringat itu semua saat membaca berita tentang terbakarnya salah satu gedung di lingkungan FISIP UI. Tentu saja terbakarnya buku di UI itu tidak sama dengan pembakaran buku yang dilakukan oleh para pemarah yang sebenarnya berpendidikan. Tapi berita itu menegaskan sekali lagi betapa api memang musuh abadi dari buku.

Saya tidak bisa membayangkan perasaan Iwan Gardono Sujatmiko, sosiolog yang disebutkan oleh Dekan FISIP UI sebagai pemilik 3 ribu buku yang terbakar itu. Ph.D dari Harvard dalam bidang sosiologi politik itu pasti akan sangat kehilangan harta karun terbesarnya itu.

Teman saya, Anton Kurnia, seorang penulis dan penerjemah yang gigih, pernah mengalami seperti yang menimpa Iwan Gardono Sujatmiko. Di awal 2003, tempat kontrakannya terbakar musnah. Semua buku, dokumen, kliping-kliping, dan file-file yang tersimpan di komputer musnah dilalap kobaran api. Saat kejadian, Anton sedang berada di Jakarta dan dia mengaku saat itu hanya membawa 2 buku dan sebuah kamus bahasa Inggris.

"Rasanya seperti orang patah hati. Kehilangan yang sangat besar. Sampai sekarang kalau ingat itu rasanya masih nyesek," kenang Anton.

Buku-buku yang sulit didapat jelas menjadi persoalan untuk mendapatkannya lagi. Tapi ini bukan sekadar aktivitas mengumpulkan kembali buku-buku. Karena yang musnah bukan hanya kertas-kertas dan benda-benda bernama buku, tapi juga ingatan dan kenangan serta segala catatan personal yang tak ternilai harganya.

Anton mengaku butuh waktu lama untuk memulihkan semangat mengumpulkan buku. Baru setelah menikah dengan Atta Verin, juga seorang penerjemah, dan mendiami rumah yang baru, semangat untuk kembali membeli dan mengumpulkan buku mulai muncul lagi.

Tapi Anton mengaku tidak sulit untuk menulis. Duka karena kehilangan buku-buku justru disembuhkan dengan menulis. Di malam itu juga, setelah kembali ke Bandung dan menyaksikan puing-puing koleksi bukunya, dia menyepi di sebuah tempat dan menghibur diri dengan menulis sebuah esai tentang komik-komik Jan Mintaraga.

Di sini, dalam kisah Anton ini, tampak perlawanan yang hebat terhadap keganasan api: menulis lagi dan lagi, akhirnya akan melahirkan buku-buku yang baru, kata-kata yang baru, kisah-kisah yang baru.

Minggu, 21 Juli 2013

Tips Agar Tidak Mudah Kehilangan Sandal...


Pada bulan ramadhan, banyak jama’ah sering mengeluh kehilangan sandal di Masjid. Berikut tips agar tidak mudah kehilangan sandal :
1.)           Hindari memakai sandal bermerek, seperti Nake, Adidas, Robeek, atau yang lainnya, pakailah sandal yang sekali pakai.
2.)           Jika Anda terpaksa memakai sandal bermerek, simpan saja sandal Anda di tempat yang berjauhan.
Misalnya, sandal sebelah kanan, Anda simpan di Masjid Raya, sandal yang sebelah kirinya Anda simpan di Masjid Al-Markaz.
3.)           Pakai bakiak untuk tiga penumpang yang sering digunakan ketika lomba 17 Agustusan.
4.)           Gunakan password dan alarm pada sandal anda.
5.)           Pasangkanlah kamera tracker dengan GPS secara tersembunyi pada sandal Anda, sehingga Anda bisa memantau di mana posisi sandal Anda apabila sandal Anda dicuri.
6.)           Jadikan sandal Andal sebagai aksesoris yang dikalungkan di leher atau jadikan sebagai anting-anting.
7.)           Pesanlah sandal yang berbentuk kotak amal, selain  dapat terhindar dari aksi pencurian, Anda juga akan mendapatkan sumbangan amal.
8.)           Gunakanlah sandal yang berbeda, sandal sebelah kanan warna cerah dengan hiasan bunga mawar, sebelah kiri warna hitam dengan lambing kelelawar.
9.)           Gunakanlah nomor sandal yang berbeda, missal sandal sebelah kanan bernomor 37, dan sebelah kiri benomor 45.
10.)       Atau gunakan sandal yang kanan dua-duanya atau kiri dua-duanya.
11.)       Bawalah selalu rantai besi yang panjang, Anda dapat merantai sandal Anda pada badan Anda, sehingga bila sandal Anda hendak dicuri, Anda akan mendapat tanda berupa tarikan.
12.)       Modifikasi sandal Anda dengan menambah manik-manik payet dan lainnya atau dengan membuat bolong di tengah sandal Anda, sehingga sandal tidak bisa dipakai dan membuat ilfil si calon maling.
13.)       Menyimpan secarik kertas di atas sandal Anda yang berbunyi “Sandal ini punya si Aa” atau “Sandal ini dikredit dengan berat hati” atau Anda tulis pengumuman “Ini bukan sandal, sumpah ini bukan sandal”.
14.)       Dan terakhir sekaligus yang paling jitu adalah, pakailah sepatu, sehingga Anda tidak akan pernah kehilangan sandal.
Selamat Tarawih. ^_^



Jumat, 24 Mei 2013

Ini Dia 12 Siswa dengan Nilai Tertinggi di UN 2013



KOMPAS/ASWIN RIZAL HARAHAP Siswa mengikuti ujian nasional SMA/SMK sederajat di SMA Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/4/2013). Ujian hari pertama yang diikuti 119.958 siswa se-Sulsel itu masih diwarnai sejumlah persoalan, seperti sekolah kekurangan naskah soal dan adanya pertanyaan ganda dalam mata pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.

KOMPAS.com — Hasil ujian nasional untuk jenjang SMA/SMK/MA diumumkan hari ini, Jumat (24/5/2013). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengumumkan nama siswa dan sekolah yang meraih nilai ujian tertinggi dalam ujian tahun ini.

SMA Negeri 4 Denpasar menjadi sekolah dengan rata-rata nilai ujian nasional (UN) murni tertinggi di seluruh Indonesia dengan persentase kelulusan 100 persen. Sekolah ini juga mengantarkan lima siswanya masuk dalam 12 besar siswa dengan nilai UN murni tertinggi se-Indonesia.

"Bali memang naik angka kelulusannya. Tahun lalu sekitar 99,61 persen dan sekarang 99,97 persen," ujar Nuh di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Jumat (23/5/2013).

Berikut daftar 12 siswa dengan nilai UN murni tertinggi di Indonesia:

1. Ni Kadek Vani Apriyanti, SMA Negeri 4 Denpasar (9,87)
2. Aditya Agam Nugraha, SMA Negeri 1 Surakarta (9,78)
3. Helena Marthafriska Saragi Napitu, SMA Swasta Methodist 2, Medan (9,78)
4. Made Hyang Wikananda, SMA Negeri 4 Denpasar (9,76)
5. Luh Putu Lindayani, SMA Negeri 4 Denpasar (9,76)
6. Elva Vidya, SMA Kristen 5 BPK Penabur Jakarta (9,75)
7. Gracia Isaura Raulina, SMA Negeri 8 Jakarta (9,75)
8. Putu Siska Apriliani, SMA Negeri 4 Denpasar (9,75)
9. Nadia Anindita Vandari, MA Negeri Insan Cendikia, Ciater, Serpong (9,75)
10. Sarah Alya Firnadya, SMA Negeri 8 Jakarta (9,73)
11. Zulva Facharina, SMA Negeri 10 Samarinda (9,73)
12. Putu Indri Widiani, SMA Negeri 4 Denpasar (9,73)

Senin, 24 Desember 2012

Menyambut Temilnas XII Solo


Sesuai dengan keputusan Musyawarah Nasional FoSSEI di UPI bulan Juli lalu, menetapkan bahwa KEI UNS dan FoSEI UMS sebagai tuan rumah Temu Ilmiah Nasional ke XII. Rangkaian dari agenda tahunan FoSSEI yang ke XII ini, akan diselenggarakan di kota Solo.
TEMILNAS XII ini, mengangkat tema ‘Menggagas Keuangan Publik Islam Di Era Kontemporer’. Hal ini sebagai respon dari maraknya tindak korupsi yang dilakukan para pejabat khususnya di Indonesia, yang mayoritas beragama Islam. Serta tidak diadopsinya sistem keuangan Islam dalam ketatanegaraan juga menjadi salah satu point penting mengapa TEMILNAS XII ini menjadikan keuangan publik Islam sebagai dasar tema.
Berbagai acara sudah dipersiapkan oleh pihak panitia. Antara lain, seminar internasional, lomba karya tulis ekonomi Islam, olimpiade ekonomi Islam, business plan, tabligh akbar, talkshow, sarasehan FoSSEI, AMT (Achievment Motivation Training), dan juga fieldtrip ke beberapa objek budaya maupun wisata di kota Solo. Berbeda dengan agenda Temilnas sebelumnya, di TEMILNAS XII ini, menghadirkan kompetisi business plan, yang merupakan ajang dan sarana bagi mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi untuk ikut serta berkontribusi dalam bisnis yang melandaskan prinsip-prinsip syariah yang dapat diaplikasikan untuk kesejahteraan masyarakat umum. Kompetisi business plan ini mengambil tema: “Memasyarakatkan Ekonomi Islam dalam Membangun Bisnis Masyarakat”.
Penyebaran proposal yang tidak sesuai dengan jadwal yang disepakati saat MUNAS UPI kemaren, menjadi koreksi tersendiri bagi panitia. Anam Lutfi, selaku ketua panitia mengungkapkan. “Kami meminta maaf atas beberapa hal yang tidak sesuai dengan penjadwalan awal, karena persiapan yang kami butuhkan lebih ekstra untuk mengkonsep kegiatan temilnas ini agar bisa berkesan dan memberikan sumbangsih yang proaktif untuk ekonomi Islam. Sekali lagi kami mohon maaf kepada keluarga besar FoSSEI di seluruh Indonesia, afwan jiddan.”
Proposal TEMILNAS XII sudah mulai dikirim ke masing-masing email KSEI per tanggal 8 November 2012. Proposal dikirim ke alamat KSEI sesuai database FoSSEI Nasional. Namun, hal tersebut mengalami kendala sebab beberapa KSEI masih belum bisa dihubungi. Proposal TEMILNAS XII Solo juga dapat diunduh di www.temilnassolo.com. Perkembangan persiapan temilnas juga dapat diikuti melalui grup di Facebook “Temilnas XII Solo” dan juga akun twitter @temilnassolo. (Diah)
For More Further Information, Go to http://www.temilnassolo.com/

Kamis, 15 November 2012

Program Beasiswa DataPrint

Bagi Pelajar dan mahasiswa, daftarkan diri kamu segera diprogram beasiswa DataPrint.
Sebanyak 700 orang yang terpilih akan mendapatkan beasiswa dengan hadiah total jutaan rupiah.





Partisipasi DataPrint dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia tidak henti-hentinya. Di tahun 2009, DataPrint pernah mengadakan program DataPrint Academy yang memberikan kesempatan kepada 30 orang pelajar SMA dari seluruh Indonesia untuk mengikuti workshop selama lima hari di bidang kreatifitas dan entrepreneurship. Kemudian di tahun 2011, sebanyak 700 orang pelajar dan mahasiswa telah menerima beasiswa pendidikan dengan total ratusan juta rupiah. Para penerima beasiswa berasal dari Pekanbaru, Bandung, Jakarta, Ponorogo, Kendari, Martapura, Dumai, Malang, dan lain-lain.
Tahun ini, DataPrint kembali membuka program beasiswa bagi 700 orang pelajar dan mahasiswa. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu di sini!

Senin, 10 September 2012

Kepepet Vs Iming-Iming
The Power of Kepepet

Kepepet Vs Iming-Iming
Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang pertama adalah
impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua hal tersebut yang seringkali
disebut orang sebagai motivasi.

Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi
lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk
menggerakkan audiens.

"Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? atau
bahkan kapal pesiar?" Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan
termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka
dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-
orang yang mereka sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.

Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. Seperti
perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus.

"Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus
jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya.

"Gimana, semangat?" lanjut manager berinteraksi.

"Semagaat..ngat..ngat!" sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap
tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager
bertanya,

"Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?".

"Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak". Setelah 3
bulan masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia
berteriak agak menekan di dalam meetingnya,

"Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan,
anda saya PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari
ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun semakin
giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang
dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat,
penghasilannya akan nol.

"Trus anak istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini
tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui.

Itulah yang disebut The Power of Kepepet. 97% orang termotivasi karena Kepepet,
bukan karena iming-iming. Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi
Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!". Banyak perusahaan mengkampanyekan
Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua
pikirin!". Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi
karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang
berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment.


John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan " Establishing Sense of
Urgentcy" adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu
organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis,
membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan "VISI". "Jika rasa sakit
terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah"

Jadi analisa kembali kehidupan Anda sekarang ini. Jika Anda tidak mengubahnya,
rasa sakit atau kerugian apa yang akan Anda dapatkan dimasa mendatang. Saran saya,
jika Anda berada di zona yang sangat nyaman untuk tidak berubah (tidak melihat
ancaman), ciptakan sedikit trigger (challenge) misalnya berupa penambahan investasi
rumah. Jangan beli rumah yang sesuai dengan kemampuan bayar Anda, tapi 'sedikit
lebih' dari kemampuan Anda sekarang. Nah, dengan begitu Anda mau nggak mau
dipaksa untuk mencari penghasilan tambahan atau mengurangi porsi pengeluaran
yang tidak penting. Langkah kedua baru pikirkan nilai investasi itu 5 sampai 10 tahun
mendatang, mungkin bisa sebagai solusi pembiayaan uang sekolah anak Anda kelak.
Dengan meletakkan porsi dan posisi The Power of Kepepet dan Iming-iming secara
tepat, InsyaAllah kita akan selalu termotivasi. FIGHT!


Sumber : Jaya Setiabudi,
Pendiri Entrepreneur Association Coach Entrepreneur Camp

Minggu, 08 April 2012

Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulawesi Selatan


"Indahnya Pariwisata Sulawesi Selatan . . ."

Datang, Lihat dan Buktikan Sendiri...

Provinsi Sulawesi Selatan merupakan sebuah provinsi yang memiliki potensi pariwisata yang tidak kalah menarik dengan pariwisata yang ada di provinsi-provinsi lainnya di nusantara dikarenakan daya tarik pesona pariwisata Sulawesi Selatan yang beraneka ragam dan tersebar di berbagai kabupaten/kota. Seperti wisata alam/naturewisata kebudayaaanwisata sejarah, wisata gunung, museum, pesona bahari (marine tourism) dan kuliner.

Ditambah dengan posisi Provinsi Sulawesi Selatan yang strategis, membuat Kota Makassar sebagai ibu kota provinsi menjadi pintu destinasi bagi kota-kota di Indonesia belahan timur. Hal ini sangat mendukung Provinsi Sulawesi Selatan untuk mempromosikan pariwisatanya dan mengarahkan para tamu (visitor) untuk melirik potensi wisata tersebut.
Hampir dua tahun saya tinggal menetap di Provinsi Sulawesi Selatan sebagai seorang mahasiswi yang berjuang menuntut ilmu di sebuah Universitas di Ibu Kota Makassar. Meski sebenarnya Sulawesi Selatan merupakan tempat di mana saya lahir ke dunia, namun beberapa hari setelah saya lahir, saya dibawa serta oleh orang tua pergi merantau ke Sulawesi Tengah meninggalkan Kabupaten Sidendreng Rappang yang merupakan kampung halaman.

Selanjutnya saya tumbuh besar di Sulawesi Tengah dan menuntut ilmu hingga jenjang sekolah menengah pertama dan perjalanan menuntut ilmu selanjutnya, saya mohon pamit kepada orang tua tuk melanjutkan pendidikan di sebuah sekolah menengah atas milik mantan Kepala Negara Indonesia yang sekarang tinggal di Negara Jerman. Berbekal beasiswa yang diprogramkan Prof. BJ Habibi, maka saya memberanikan diri merantau ke Provinsi Gorontalo.

Dan jujur selama itu pengetahuan saya tentang pariwisata yang ada di daerah Sulawesi Selatan sangatlah kurang. Selain dari makanan khas dan budaya-budaya Sulawesi Selatan yang telah diajarkan orang tua kepada saya, selebihnya saya belum tahu apa-apa lagi. Tempat Pariwisata yang saya ketahui melalui media pada saat itu hanyalah Pantai Losari & Trans Studio Makassar.


Namun selama hampir dua tahun saya tinggal menetap di Provinsi Sulawesi Selatan sebagai seorang mahasiswi yang berjuang menuntut ilmu di sebuah Universitas di Kabupaten Gowa, Makassar. Pengetahuan tentang kawasan pariwisata di Sulawesi Selatan mulai bertambah dan tidak lagi sedikit. Banyak kegiatan kemahasiswaan yang telah saya ikuti atau sekedar kumpul-kumpul bersama teman-teman ke daerah-daerah luar biasa di wilayah Sulawesi Selatan. Mengapa saya katakan luar biasa? Karena sebagian besar daerah yang telah dikunjungi tersebut, telah berhasil menarik perhatian saya dengan keindahan wisata alamnya yang sangat memukau. Tempat wisata alam pertama yang saya kunjungi dan berhasil memukau mata saya dengan keindahannya adalah PULAU SAMALONA.

Pulau Samalona

Samalona adalah sebuah pulau kecil berpasir putih di Selat Makassar, tepatnya di sebelah barat daya pantai barat Sulawesi Selatan. Posisi lebih tepatnya berada di sebelah barat kecamatan Wajo, Makassar. Berjarak sekitar 2 km dan bisa dilihat dengan jelas dari kecamatan tersebut.

            Untuk menuju pulau ini bisa menggunakan perahu nelayan (perahu dengan mesin tempel) dan memerlukan waktu tempuh tidak lebih dari 0,5 jam. Di pulau ini berdiri sebuah mercu suar yang digunakan sebagai tanda batas daratan bagi kapal-kapal berbadan besar.

Minggu, 06 November 2011

"Gadis di Angkutan Umum"

Berbagai macam peristiwa terjadi di dunia ini. Penderitaan, kepedihan, kebahagiaan, suka, dan duka seakan menyatu dalam lingkaran yang tak berujung. Kenyataan yang tak sesuai dengan impian seakan menjadi duri yang senantiasa menusuk hati dikala senja yang sunyi.

Aku terdiam saat melihat dua kenyataan yang sama sekali berbeda yang terjadi pada dua gadis yang sebaya. Yang satu dengan mudah tanpa harus berpusing-pusing ria dapat masuk ke sekolah manapun yang dia inginkan, nilai pas-pasan tak jadi masalah baginya. Dengan ekonomi keluarga yang memungkinkan, dia dapat memilih dan merasakan dunia sekolah dan dunia kampus serta merasakan indahnya bunga-bunga mekar di taman keremajaan.

Sedangkan gadis yang lain harus bersusah payah hanya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi, meski dengan nilai yang terbilang gemilang. Harus rela berpanas-panas ria berlomba dengan terik mentari untuk sampai ketempat kerja, tanpa ada dispensasi hanya untuk sekedar menikmati sejuknya taman kampus. Tak ada waktu untuk menertawakan dosen yang ngawur saat mengajar, atau untuk ‘memeras’ teman agar mentraktir di kantin. 

Yah, dia harus berlomba dengan anak-anak lain yang senasib dengannya untuk mendapatkan sebuah angkutan yang membawanya ke tempat kerja di pojok kota. Kadang hal-hal seperti ini sulit untuk ku mengerti dengan akalku, tapi inilah hidup. Tak banyak yang dapat dimengerti dari nasib, karena ALLAH punya rencana sendiri untuk hambaNya, dan yakinlah rencana itulah yang terbaik.

Gadis berjilbab itu tersenyum dan duduk di sampingku. Tampak jelas kelelahan yang tergambar di wajahnya, yang merah terbakar matahari, namun ia masih dapat menyumbangkan seulas senyum manis ditengah sumpeknya angkutan umum di jam satu siang ini.

“Ketemu lagi, mbak“ Katanya menyapaku.
“He’eh, habis satu arah sih pulangnya” jawabku, sambil balas tersenyum padanya.
“Kos kamu dimana?” tanyanya, seraya membenarkan duduknya saat ada penumpang yang turun.
“Sekitar kampus 1, lumayan dekat dari sultan residense”
“Mau langsung pulang ya” tanyanya lagi.
“Saya nggak pulang ke kos, tapi ke warnet” jawabku.
“Oh, lagi banyak tugas ya?”
“Nggak, saya kerja di sana, makanya pulang kuliah terus ke warnet, soalnya capek kalau harus pulang ke kos lagi. Kamu sendiri mau kemana?” tanyaku padanya.
“Ke pasar mbak” jawabnya.
“Rumahmu dekat pasar?”
 
“Nggak, saya kerja di pasar. Saya penjaga toko mbak” Katanya.
           “Toko apa” tanyaku ingin tahu.
          “Toko sembako” Jawabnya.

          “O ya, dari jam berapa kerjanya”
          “Dari jam satu sampe jam setengah tujuh malam” jawabnya lagi.

         Ya ALLAH, aku sempat tercengang dengan jawabannya. Bayangkan saja gadis bertubuh kecil ini harus pergi pagi untuk kuliah, harus pulang malam, dan bekerja di toko sembako pula. Toko yang menurutku paling sibuk sedunia.

          Aku sempat menatapnya sebentar. Kulihat sosok mata bening itu begitu tegar. Aku benar-benar malu padanya. Aku yang bekerja sebagai programer komputer warnet kadang kala mengeluh ngantuk, tidak tidur siang dan sebagainya. Sedangkan gadis ini harus bergulat dengan beras, gula, dan entah bahan makanan apa lagi yang dijual pemilik toko tempatnya bekerja.

         “Untuk biaya kuliah mbak” katanya seakan dapat membaca pikiranku.
           “Capek nggak tiap hari kayak gini” kataku menaruh iba.
          “Capek sih iya mbak, tapi alhamdulillah udah biasa. Lagian kalau kaya gini, gimana juga mbak. Biaya pendidikan makin tinggi. Orang mau pintar kan mesti usaha. ALLAH nggak akan meninggalkan hambaNya yang berusaha. Insya ALLAH orang yang memiliki ilmu akan ditinggikan derajatnya oleh ALLAH”
           “Iya, semoga kita termasuk kedalamnya ya” kataku tersenyum.
           “Amin ya Rabbal Alamin” Ia balas tersenyum ke arahku. Akhirnya kami berpisah di depan kampus 1. Hanya do’a yang mengiringi kepergiannya, semoga ALLAH selalu berada dalm hatinya dan cinta ikhlasnya hanya untuk Sang Pemilik Cinta.

          Hari ini satu lagi hikmah yang dapat ku ambil. Aku bersyukur karena ALLAH tidak memberikan aku sebuah motor yang bisa kukendarai, jika dengan angkutan umum aku bisa lebih dewasa dan kaya akan hikmah.

          Ya ALLAH berapa banyak gadis-gadis seperti dia di negeri permai Indonesia ini, yang tak mampu untuk memdapatkan kesempatan pendidikan. Namun, tak banyak yang berhati baja dan berkemauan keras seperti dia. Jika hamba boleh meminta, maka luruskanlah niatnya dan bukakan jalan rahmatMU untuknya. Semoga akan terlahir lagi gadis-gadis seperti dia.

         Hari ini lihatlah wanita yang insya ALLAH akan memegang panji-panji ilmu atas nama ALLAH. Indonesia, ibu pertiwiku yang indah, hari ini seorang calon putrimu yang baik sedang menapakkan langkah ke pasar demi menuntut ilmu untuk membangunmu. Tersenyumlah jangan bersedih lagi.

         Indahnya hari ini. Kulihat pintu kosku terbuka lebar seakan tersenyum manis menyambutku. Sekali lagi, Ya ALLAH aku bersyukur padaMU.